Traduction non disponible. Affichage de la version française.

Ayam hitam di kebun sayur

bd/lanturlu poule

En résumé (grâce à un LLM libre auto-hébergé)

  • Lagu ini menceritakan kisah seekor ayam hitam di kebun, menggambarkan perasaan mendalam terkait kehilangan seseorang yang dekat.
  • Teks tersebut menyiratkan kematian seorang anak, dengan gambaran puitis serta rujukan terhadap alam baka dan cinta abadi.
  • Puisi ini menggabungkan elemen-elemen alam, seperti petani, gandum, dan bintang-bintang, untuk menyampaikan kesedihan dan harapan.

Ayam hitam di kebun sayur

Ayam Hitam

Untuk putraku, Jean-Christophe, yang meninggal pada 18 Juli 1990

Unduh dalam mp3 (416 K)

Kembali ke Lagu-lagu

Ayam hitam di kebun sayur berteriak seperti orang gila
Petani datang untuk melihatnya
Ia berkata hujan akan turun
Tidak ada yang percaya, Lanturlu
Topi indahku telah hilang
Putraku kecil telah pergi
Menuju langit dan lembah yang lain
Di tempat yang selalu bahagia
Di tempat langit selalu biru
Aku takkan melihatnya lagi, Lanturlu
Di dasar laut ia telah hilang
Saat seseorang mati, tak berarti akhir
Ia hanya pergi, itu saja
Kita tetap hidup dalam hati
Orang tua, saudara laki-laki dan perempuan
Kita akan bertemu lagi, teman-teman
Kita akan bertemu lagi, tertulis di sana
Ia memiliki emas di ujung jarinya
Ia seorang putra, seorang raja
Di surga anak-anak baik
Ia menggambar di awan
Aku sangat mencintaimu, Cricou
Mengapa kau pergi tanpa kami?
Kita semua bisa mencintaimu lebih baik
Kita semua bisa bahagia
Aku tak mengerti, tak paham
Dan waktu, sayangnya, telah berlalu
Aku masih mendengar suaranya, tirela
Aku merasakannya sangat dekat padaku
Kematian bukan masalah
Bagi manusia, bagi mereka yang saling mencintai
Cukup dengarkan hatimu
Cinta, tak pernah mati
Tapi cinta ada di sini, tirela
Dan takkan pernah meninggalkan kita
Ia berkata kita harus melupakan
Ia berkata kita harus memaafkan
Ia juga memaafkan kita
Ia yang tak pernah berbuat salah
Ia begitu lembut, Cricou
Tak pernah jahat sedikit pun
Saat angin berhembus di atas gandum
Dalam gemuruh musim panas yang besar
Aku memikirkan rambutnya yang pirang
Sangat indah, sangat indah
Aku takkan melupakannya, tirela
Aku takkan melupakannya
Ayam hitam di kandang ayam
Berteriak seperti orang gila
Petani datang untuk melihatnya
Ia berkata terlambat
Ia tertidur dalam malam gelap
Satu bintang baru bersinar